![]() |
Bakau
Heni-Rajabasa, Lampung
Aku
meloncat masuk dan duduk di kursi paling belakang.
“Mau kemana Bang?” kondektur menanyaiku bermaksud meminta
ongkos perjalanan, gaya bahasanya memang tak terbaca bila hanya membaca teks
pertanyaan ini. Sedikit kugambarkan, orang itu memakai topi warna hitam,
memakai kaos merah dan celana setengah tergantung bekas potongan. Di kantongnya
terselip handuk kecil untuk mengelap keringat seperti Mang tahu gejrot yang
tiap hari lewat depan kos. Ditangannya tertumpuk uang puluhan, lima ribuan,
seribuan dan receh lima ratusan. Crik..crik…crik..